Minggu, 09 Agustus 2015

ADAT PERNİKAHAN Dİ TURKİ ( NİĞDE )

its kına night for turkish bride 

A Night before wedding party girl who wants tobe marriage use red traditional dress and put kına on her hands 







  • and they called her gelin... they do dance and bring candle while make cırcle



until tommorow no one will see gelin face ıts closed by red cover lıke that




uniknya dari pesta pernikahan di turki adalah tarian dan musik yang bisa sampai berjam jam tanpa henti . tapi jangan pernah pergi ke pesta pernikahan dengan perut lapar dan berharap makan kayak di resepsi pernikahan orang indonesıa yang banyak makanannya gak bakalan nemuin meja prasmanan full makanan atau gebyok gebyok kecil bakso, somay atau es cream... paling beruntung nemuın meja meja berısı kacang dan pasta ( kue kering super maniiiiiiisssss ) 








Arak-arakan pengantin pun gak kalah heboh... biasanya kedua pengantin di arak dengan mobil keliling kampung klakson dan musık dari mobil pun bıkın suasana makin semarak setelah sampai di tempat pesta dısambut dengan musik dan pasangan pengantin baru pun memulai tarian dı ıkuti para tamu dan gelin juga damat ( sebutan untuk pengantin laki-laki ) menari dengan seluruh keluarga dan kerabat 

NAH... ada jeda nich buat gelin dan damat buat istirahat yaitu saat para tamu undangan memberikan selamat dan hadiah,klo di indonesia biasanya angpao ( hadiah ) didalem amplop nah klo dı turki beda masing masing tamu akan datang ke kedua mempelaı dan menempekan angpao yang bıasanya berupa perhıasan,emas ( çeyrek ) atau uang tunai,dan MC akan menyebutkan berapa nomınal yang dı berıkan. hihihihihiii... klo kyk gini gak bakalan ada amplop kosong yach 

EMAS DAN UANG BIASANYA DI SEMATKAN DI PITA MERAH PENGANTIN DAN PERHIASAN LANGSUNG DIPAKAIKAN KE PENGANTİN SEPERTİ Dİ FOTO



pada akhir acara yang bıasanya udah malem banget di tutup dengan kembang api 

well its a little story about turkish wedding all photo are taken from google ^ _ ^



Rabu, 18 Februari 2015

merantau


Niğde sebuah kota kecil di sebelah selatan Anatolia turki disanalah aku memulai hidup baru ku  more than 6982 km away from my beloved family 




matahari sudah mulai meninggalkan kami,meninggalkan kehangatnya dı penghujung musım gugur hanya sesekali cicitan burung terdengar sayup bersembunyi di rimbunnya semak belukar menıkmati sisa sisa keramahan sang mentari.Hembusan nafas sang musim dingin belum mengusik semangat ku untuk menjajaki negeri ottoman itu berbekal sepasang kets jaket dan kamera ku langkahkan kaki menyapa senja .

Ach...hanya segini saja belaian mu musim dingin? keangkuhan merajaiku,dilahirkan dan tumbuh di negara berlimpah matahari ini tak membuat ku gentar Namun Tuhan mempersiapkan rencana lain buat ku dua minggu sudah ku daki bukit bukıt kecil disekitar ku sampai akhirnya musim dingin benar benar menyerang pertahananku,pertahanan ego ku

Dengan cantiknya serpihan putih itu menari-nari di luar jendela kamar ku seakan mentertawakan kelemahanku.dengan penuh kekalahan aku berbaring tak berdaya dı atas pembaringanku meringkuk mencari kehangatan dari lembaran lembaran selimut yang ku tertawakan beberapa minggu yang lalu 



Kali ini aku menyerah sungguh lemah tubuh ini berjalan,tak kan mampu aku melawan kejamnya musim dingin ini.dikelilingi oleh keındahan yang dapat membunuhku setiap saat tapi aku tak akan berhenti sampai sini,aku belum menjejakan kaki ku ke seluruh negeri ottoman ini aku akan menungu sampai mataharı kembali datang menghampirı ku dan mengiringi langkah ku lagi.